Hijaukan JogjaKita!!!!

12 Mei, 2008

Saat dulu, walikota Kota Jogja ini mencanangkan menghijaukan kota ini (meskipun saya bukan warga kota), banyak yang mencibir, banyak yang menertawakan. Ya.. orang berusaha baik buruk ataupun baik pasti akan ada pro dan kotra, apalagi yang berhubungan dengan dunia birokrasi/pemerintahan. Banyak yang menetang meskipun banyak juga pendukungnya, lagi-lagi dengan yang disebut politik, selalu mempunyai berbagai kepentingan di sana.

Saat itu banyak warga jogja yang mendukung mupun yang kontra dengan kebijakan pembuatan taman/penghijauan Kota Jogja, menjuluki walikota-mereka dengan sebutan wagiman, “walikota gila taman”!!! Ya yang sabar ya pak wali, saya mendukung anda, meskipun bukan ber-KTP di tempat anda memimpin. Untung anda menggalakkan Jogja bersih, dan di giatkan dengan membuat Taman Kota!

Kampanye yang dulu mendapat banyak kontra ini, sekarang sudah sedikit menampakkan hasilnya. Sebelum melihat hasil yang didapat, sebelumnya mari kita bandingkan dengan tampat lain masih di kota jogja ini. tempat pertama adalah Kota Baru, daerah ini sangat sejuk, karena pihak Belanda dulu membangun tempat ini penuh dengan perencanaan. sehingga tata kota sangat terjalin dengan rapi, hanya sekarang saja masalah airĀ  sudah menggerogoti daerah ini.

Lalu daerah kampus UGM, daerah ini memang dibangun untuk daerah khusus kawasan pendidikan, jadi segala sesuatunya ditata dengan rapi, dan sudah bukan peninggalan bangsa lain. Barat perempatan Jetis, daerah ini juga sejuk, meskipun hanya beberapa puluh meter saja, karena memang ada beberapa peninggalan dari bengsa lain. Daerah Jalan Kusumanegara sampai Baciro daerah ini juga terasa sejuk, dengan penataan yang baik, dilihat dari segi arsitekturnya, ini juga terlihat peninggalan bangsa lain.

Semoga dengan Penataan dari Walikota sekarang ini, ditingkatkan terus, sehingga menjalar ke daerah2 daerah lain, sehingga di Kota Jogja dan sekitarnya akan nampak hijau bila dilihat dari atas, baik dengan menaiki layang-layang ataupun ikut burung terbang.

Masih ada satu lagi yang harus dibenahi oleh para birokrat, dan masyarakat itu sendiri, yaitu kebersihan daerah Aliran sungai, mulai dari Sleman sampai dengan Muara di Bantul ku tersayang, “Jangan Jadikan Bantul sebagai Sarang Sampah dari Aliran Sungan Kalian-Kalian Semua” ini sedikit komentar dari warga Bantul. Sedikit cerita, hari ini saya pulang, sebelum berangkat Futsal, sebelum mampir ke warung makan, saya mencoba melewati Selokan Mataram, Saat melewati “Selokan” itu, saya sedikit merasa segar hanya dengan melihat warna air yang tidak terlihat keruh, meskipun ada sedikit TONE yang mengganggu! Belun seperti harapan, jika kita membayangkan melihat Kota-Kota di belanda yang mengguanakan Sungai sebagai salah satu sarana Transportasi. Dan bisa kita bayangkan, yang mau menaiki kapal di sungai itu, pasti melihat dahulu jalurnya, bila tidak enak untuk dilalui, pasti tidak akan lewat jalur itu, meskipun hanya anda seorang yang melewatinya.

Saat ini saya hanya bisa mengajak, jangan merusak pohon, dan rawatlah mereka dengan apapun caranya, supaya mereka tetap hidup dan bisa memberi kita manfaat. Jangan lupa, rawat juga sungai, karena sungai salah satu cara agar pohon bisa hidup. Begitu juga, agar air tetap mengalir dengan tenang, karena ada pohon yang juga ikut menampung air, dan mengeluarkannya secara teratur.

Ikutlah mengkampanyekan apa yang dimulai oleh walikota jogja ini, dengan merawat Pohon dan tanaman, serta sungai kita. Agar tercipta lingkungan sehat dan asri.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.